Gembira pangkal Kreatif

pagiDANroti

Jangan diam, karena dosa terbesar kaum kreatif adalah duduk bengong.

 

PagiDanroti

 Transformasi dari buku jack poster yang pernah saya baca. “Cara-cara melejitkan ide”. Baca, tertawa, menang. Buku yang dilandasi semangat Julius caesar dengan semboyan vini vidi vici. Beberapa bagian yang saya ingat.
Jangan heran dengan tempo yang cepat. Tak perlu kaget dengan kutipan-kutipannya yang zig-zag. Tidak usah menahan diri untuk mengikuti candaan-nya. Dan jangan terlalu serius, konon seperti katanya; banyak penemuan-penemuan jenius yang berasal dari ketidak seriusan.
“ Orang-orang yang serius memiliki ide-ide yang sangat terbatas.
Dan Orang-orang yang memiliki banyak ide biasanya tidak pernah serius.”
Ditulis dengan semangat mitraliur, dipadukan dengan perkembangan zaman sekarang, diwujudkan dengan tindakan-tindakan yang menuntun kepada cara melejitkan ide. Dengan kutipan-kutipan yang terkandung didalamnya saya mencoba menularkan inspirasi kepada para siswa yang sedang melaksanakan prakerin di studio matahati.
Sebuah bentuk pemahaman tentang dunia kreatifitas yang tentunya dengan segala keterbatasan pengetahuan yang saya miliki, saya sajikan sebuah Modifikasi metode pembelajaran dan pelatihan yang diterapkan kepada siswa peserta program prakerin dengan nama “kelas pagi dan roti, Prakerin Generasi Gembira studio mafahati”
Pembelajaran dalam kelas pagi dan roti dijalankan melalui Pendekatan pada aspek Pengetahuan dan aspek Psikologis. Didasari bahan-bahan materi, latar belakang pendidikan, motif dalam belajar, desain pembelajaran, Pengelolaan tempat belajar, Penggunaan media pembelajaran, dan yang sangat penting adalah menggali bakat dan potensi siswa dalam ruang ekspolarsi pengetahuan dan keahlian. Membuka komunikasi, membangun diskusi, menciptakan interaksi, saling menyampaikan gagasan dan pemikiran antara siswa, membentuk wadah komunitas untuk mengakomodasi karya-karya para siswa., memberikan pengalaman langsung dan pengalaman yang diciptakan sehingga siswa memiliki kesempatan evaluasi secara berkelanjutan dalam rangkaian tndakan kreatif.
Dan yang tidak kalah penting pembelajaran dilakukan dalam suasana ringan dan menyenangkan. Kegembiraan harus selalu menyertai setiap prosesnya.
Teori belajar konstruktivis, belajar merupakan kegiatan membangun pengetahuan yang dilakukan sendiri oleh siswa berdasarkan pengalaman yang dimiliki sebelumnya ( Ramsey, 1993 )
“ in the matter of physics, the first lessons should contain nothing but what is experimental and interesting to see. Apretty experiment is in itself often more
valuable than twenty formulae extracted from our minds ”
bACa TeRtawA SEnanG !
– Albert Eistein
 
Apabila kita ingin memiliki sebuah kemampuan, dan mencapai penguasaan yang diinginkan, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui secara persis apa yang kita inginkan. Selanjutnya apa gagasan dibalik tujuan tersebut. Gagasan yang jelas, konsep yang jelas, akan membuat langkah berikutnya menjadi terbuka . , jelas dan akan semakin mudah melakukannya
Saat itulah waktunya untuk melihat secara langsung, dan bertindak! Lakukan!
Pagi dan Roti, adalah sebuah frasa kelas pembelajaran kreatifitas, dengan menerapkan pemahaman definisi belajar adalah sebuah kegiatan berpikir dan bertindak. Berpikir dalam konteks mengaplikasikan materi pembelajaran, dan bertindak dalam praktek mengimplementasikan pemahaman yang dimiliki . Pola kegiatan dilakukan dengan prinsip “Bagaimana siswa belajar, bukan bagaimana guru mengajar”. Penilaian terhadap prestasi belajar akan bergantung secara langsung pada cara melihat sebagai sebuah rangkaian tindakan kreatif, dan kesuksesannya akan bergantung kepada sejauh apa keahlian yang bisa dikeluarkan atau dilakukan dalam bentuk karya nyata .
Menjadi kreatif, itulah soalnya dan mendapatkan ide , itulah asalnya .
Tanpa kreativitas, tanpa ide -ide baru setiap saat, setiap detik, menit, jam, hari , maka bisa dipastikan kita akan tertinggal jauh di belakang. Seperti kata jack poster, Kailah ide setiap saat, lakukan ide itu setiap saat juga.

 

sumber inspirasi: baca, tertawa, menang! (Jack poster)