BangOne
BangOne, bak meteor dilangit jurnalistik TV. Tokoh yang dilahirkan 4 maret 2008 lalu, tak disangka namanya dalam waktu sangat singkat, melejit ke seantero negeri. Hampir tidak ada penduduk Indonesia, yang menonton berita TV, yang tidak kenal dengan BangOne. Ia menjadi tokoh karikatur yang sangat hangat dan selalu ditunggu pemirsa tvOne, stasiun Televisi berita di republik ini yang juga dilahirkan sebulan sebelum bangOne lahir, 14 Februari 2008.
Pertama kali muncul, ia menampilkan beban rakyat yang semakin lama semakin berat. Dimulai dengan naiknya harga bahan pokok, diikuti dengan naiknya harga bahan bakar, transportasi dll, seorang tokoh yang berperan sebagai rakyat terbungkuk menahan beban dipunggungnya yang semakin besar dan akhir menghimpitnya. Tragis, memilukan, dan menyedihkan, begitu pesan pertama BangOne pertama muncul di depan publik.
Setelah itu, BangOne muncul setiap hari di depan pemirsa tvOne. Ia dengan baju seragamnya, kadang berganti dengan sarung malah berjas lengkap, tampil mewakili opini dan suara rakyat Indonesia. Menyorot segala macam persoalan. Dari masalah suap, korupsi, pungli, sampai ke urusan politik tingkat tinggi, bahkan kekonyolan-kekonyolan ucapan, kebijakan atau keputusan para pemimpin negeri ini ia kritisi dengan karikatural.
Ia kadang kritis, sinis, mencemooh, memuji, mengelu-elukan, atau mentertawakan, ia bisa kelihatan riang, kadang sedih, kadang lucu, kadang jahil dan sering pula menangis ketika ia benar-benar sudah putus asa melihat keadaan masyarakat yang tak mungkin lagi diperbaiki. Ia disenangi tua muda, laki-laki atau perempuan bahkan balita karena menghibur dan membuat kita berfikir, tapi tak jarang pula membuat kuping kita, khususnya yang terkena memerah. Tapi kita selalu menunggu kehadirannya di rumah kita, di kamar kita, di kantor kita, dimana saja tvOne bisa ditangkap. Ia dirindukan setiap hari oleh pemirsanya.
BangOnelah tokoh kami. Dialah icon tvOne. Namanya lebih terkenal dari siapapun dari stasiun ini. Ia lebih dikenal dari reporter yang dikirim ke pemilihan Presiden Amerika, atau reporter kami yang baru saja pulang dari medan gaza, atau reporter yang melaporkan eksekusi mati Amrozi dari Nusakambangan. Ia lebih dikenal dari semua direksi TV ini, juga dari semua presenter yang juga muncul tiap hari di layar kami, bahkan dari pemred sekalipun.
Ia sesungguhnya editorial kami. Opini yang dibawakannya merupakan hasil diskusi semua redaksi dan tim khusus yang setiap hari bekerja untuk menciptakan BangOne. Opini yang dibawakannya merupakan opini semua orang, bahkan opini rakyat Indonesia, dan bukan opini perorangan anggota redaksi tvOne.
” Sayapun beberapa kali tidak sependapat dengan BangOne. Hanya saja karena opini yang dibawakannya mewakili opini publik, saya harus mengalah sebagaimana layaknya kehidupan organisasi demokrasi yang kami kembangkan.”
Demikianlah, dalam setahun BangOne mengukir sejarah di dunia pertelivisian Indonesia. Kami bisa membanggakan BangOne sebagai karikatur pertama yang lahir di dunia broadcast Indonesia. Bahkan ia boleh jadi memecahkan rekor sebagai karikatur TV berita pertama di dunia , yang selama ini hanya ada di dunia cetak. Sebab kami belum menemukan sebuah karikaturpun yang lahir lebih dulu di televisi-televisi negara manapun. Tidak berlebihan saya kira kalau kami berharap BangOne akan menjadi tokoh urban legend (tokoh ciptaan, yang menjadi legenda, dikenang sepanjang masa karena karakternya), seperti Robin Hood, Homer Simpson, Superman, Batman, Spiderman, Popeye atau si Unyil.

 

Jakarta, 5 februari 2009

Karni Ilyas

Pimpinan Redaksi tvOne         

______________________________________________________________

 watching ME: Tim kreatif  bangOne  ⇒ matahati creative people