Animasi. Jalan Hidup, Jalan-Jalanku.

Alumni adalah gelar bagi setiap orang yang sudah melewati masa belajar pada durasi waktu yang sudah dirancang dan ditentukan oleh para akademisi (apa coba akademisi teh?). Begitu juga dengan saya yang menjadi alumni siswa SMK setelah 3 tahun bergelut dengan banyak aturan dan paksaan-paksaan, seperti mempelajari Matematika, Fisika, dan Kimia…  Walaupun sebenarnya saya ini berjurusan Animasi. Namun pada akhirnya saya menang melawan rasa bosan akan basa-basinya kurikulum di sekolah. Mengapa saya bilang membosankan? Karena pada masa saya sekolah dulu angkatan saya lebih banyak belajar untuk mengkhayal dan berimajinasi tentang sesuatu ketimbang melakukan praktek, walaupun masih ada beberapa juga ilmu yang saya dapatkan dengan cara mempraktekannya dan salah satunya adalah prakerin.

Studio Animasi Matahati

Pada tahun 2015 yang lalu saya bersama 5 teman saya bertekad untuk menjalani masa prakerin (karena memang disuruh sama sekolah). Setelah tertinggal oleh teman-teman kami yang sudah mendapatkan tempat prakerin, akhirnya pada awal Februari 2015 di balik ilalang dan kebun jagung yang berlokasi di Ciomas-Bogor kami di tempatkan  di sebuah studio yang bernama Studio Matahati. Tempat yang bersuasana vintage dan dipenuhi oleh orang-orang keren di dalamnya. Belajar dan berpraktek banyak hal membuat wawasan saya terbuka dengan dunia animasi dan juga banyak hal. Misalnya kesempatan untuk bisa meraih cita-cita saya memanjangkan rambut bisa tercapai selama 6 bulan. Syukur Alhamdulillah.

Tiga tahun berlalu, sekarang saya sudah menjadi mahasiswa Penerbitan di Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta. Alhamdulillah keterima. Menimba ilmu di dalam koridor penerbitan seperti sekarang ini bukanlah hal yang terpikirkan sama saya, soalnya da’ saya mah sama tulis-menulis biasa aja.. Ga pernah marahan dan ga pernah slek dari dulu juga. Jadinya pada saat kuliah di jurusan Penerbitan ketika saya diharuskan ‘berhubungan’ dengan tulis-menulis maka dengan cepat, sigap dan akrab saya menggerayanginya (karena memang disuruh). Tepat di bulan Juli ini saya sedang menapakkan kaki di akhir semester 4, jembatan untuk saya memasuki tahun terakhir yang juga berarti mengharuskan saya untuk kembali magang.. Dan akhirnya perasaan saya kembali bersahabat bersama rasa bingung dengan cara yang sama pada saat saya dulu belum dapat tempat prakerin waktu SMK. Mencoba untuk tanya sana-sini kepada teman dan rumput yang bergoyang akhirnya dengan rasa yang mantap saya memutuskan untuk kembali magang di Studio Matahati. Ya, Studio Matahati. Lagi.

Jika memang timbul pertanyaan “Kan jurusannya penerbitan. Kok ke studio animasi magangnya?”. Jawaban dari saya?.. ”Atuh gimana saya ajah. Riweuh maneh (baca:ribet kamu). Mau kemana juga kan saya yang jalanin ini, bukan kamuh-kamuh para pembaca”. Tapi karena saya pernah diajarkan jika mahasiswa harus berbicara sesuai fakta dan data yang ada, maka saya juga akan menjawab sesuai fakta dan data; Setelah dulu saya pernah belajar soal animasi selama 3 tahun di SMK, saya dapat mengatakan bahwa animasi mencakup banyak hal yang sangat luas sekali. Hal inti yang dapat ditemukan di dalam animasi selain menggambar dan mengoperasikan software adalah hal tulis-menulis, yaitu untuk menuliskan ide, cerita dan konsep yang memang diharuskan untuk dijelaskan dan dijabarkan. Tapi kali ini, dikesempatan magang saya yang kedua di Studio Matahati saya tidak langsung berhubungan dengan bidang animasinya, melainkan untuk menjadi pengisi coret-coretan di website pagidanroti.com kalo bahasa kerennya sih content-writer. Anjis urang jadi content-writer euy. Alhamdulillah, lagi.

Selain menjadi content-writer saya juga menjadi mentor untuk mengisi kelas materi yang membahas tentang penulisan dan dengan sedikit gugup akhirnya pada hari Selasa kemarin saya mulai untuk mengisi kelas. Di awali keterlambatan saya masuk kelas yang disebabkan obrolan ngarol-ngidul saya bersama mamang Ugi dan mamang Fahrul yang kamarnya di penuhi stiker unyu-unyu serta cermin yang posisinya terlalu ke bawah untuk saya berkaca dan memeriksa muka sejenak. Obrolan seru itu segera diakhiri karena  sudah mulai terdengar sayup-sayup adzan Subuh dan saya ingat harus mengisi kelas besok. Tepat jam 10.35 setelah saya mandi dan beberes, akhirnya saya memberikan kelas kepada siswa-siswi SMKN 4 Cariu dan SMKN 1 Indramayu, memberikan materi untuk Membaca Ide, begitu bunyinya, hasil kesepakatan saya sama pak Pikie di percakapan WhatsApp pada semalam sebelumnya. Membaca Ide disini adalah menuliskan ide yang kita dapat dari hasil kita membaca, mengalami dan mengetahui banyak hal. Karena ide atau sesuatu yang baru adalah hasil dari perpaduan hal lama. Layaknya smartphone yang menjadi hasil perpaduan telepon, kalkulator, kamera dan gawai lainnya menjadi sesuatu yang keren dan digandrungi banyak orang, ramainya dikalangan muda-mudi. Kira-kira itulah analogi yang umumnya dapat saya beritahu kepada mereka. Saya memang masih kudu banyak baca lagi… Untuk meramu hal-hal lama bisa menjadi hal baru yang keren seperti smartphone tadi saya punya resepnya, ini saya dapatkan waktu saya masih prakerin dulu, tentunya saya dapat dari Presiden Animasi Ciomas, Dpikie Akbar. Kalian juga bisa liat cara tersebut di kolom website ini yang berisikan modul pengajaran kepada peserta prakerin di Matahati.

Minggu ini menjadi pembuka yang luar biasa dan cukup membangunkan kembali kenangan saya dengan teman-teman saya dari SMKN 1 Ciomas dan SMKN 1 Bojong Gede waktu masih prakerin dulu. Semoga kegiatan yang kita akan lakukan bersama akan berjalan dengan baik dan tentunya berakhir dengan baik. Nantikan liputan saya mengenai prakerin dan Studio Matahati di tulisan saya berikutnya. Stay tune.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *